Pesona Wisata Kabupaten Pasuruan

Pasuruan Maslahat, Maju, Aman, Sehat Lahir Batin, Adil dan Bermartabat

Pesona Wisata Kabupaten Pasuruan

Pasuruan Maslahat, Maju, Aman, Sehat Lahir Batin, Adil dan Bermartabat

Pesona Wisata Kabupaten Pasuruan

Pasuruan Maslahat, Maju, Aman, Sehat Lahir Batin, Adil dan Bermartabat

Pesona Wisata Kabupaten Pasuruan

Pasuruan Maslahat, Maju, Aman, Sehat Lahir Batin, Adil dan Bermartabat

Pesona Wisata Kabupaten Pasuruan

Pasuruan Maslahat, Maju, Aman, Sehat Lahir Batin, Adil dan Bermartabat.

Pesona Wisata Kabupaten Pasuruan

Pasuruan Maslahat, Maju, Aman, Sehat Lahir Batin, Adil dan Bermartabat.

Pesona Wisata Kabupaten Pasuruan

Pasuruan Maslahat, Maju, Aman, Sehat Lahir Batin, Adil dan Bermartabat.

Pesona Wisata Kabupaten Pasuruan

Pasuruan Maslahat, Maju, Aman, Sehat Lahir Batin, Adil dan Bermartabat.

Pesona Wisata Kabupaten Pasuruan

Pasuruan Maslahat, Maju, Aman, Sehat Lahir Batin, Adil dan Bermartabat.

Pesona Wisata Kabupaten Pasuruan

Pasuruan Maslahat, Maju, Aman, Sehat Lahir Batin, Adil dan Bermartabat.

Pesona Wisata Kabupaten Pasuruan

Pasuruan Maslahat, Maju, Aman, Sehat Lahir Batin, Adil dan Bermartabat.

Pesona Wisata Kabupaten Pasuruan

Pasuruan Maslahat, Maju, Aman, Sehat Lahir Batin, Adil dan Bermartabat.

Pesona Wisata Kabupaten Pasuruan

Pasuruan Maslahat, Maju, Aman, Sehat Lahir Batin, Adil dan Bermartabat.

Pesona Wisata Kabupaten Pasuruan

Pasuruan Maslahat, Maju, Aman, Sehat Lahir Batin, Adil dan Bermartabat.

Friday, January 16, 2015

IRSYAD YUSUF RESMIKAN AQUATIC LAND

Wahana TSI (Taman Safari Indonesia) II Prigen semakin bertambah.

Untuk pertama kalinya, para pengunjung diajak melihat kehidupan para pinguin, linsang, anjing laut dan satwa lainnya, melalui Aquarium Raksasa yang berada di kawasan Baby Zoo di TSI tersebut.

Aquarium itu dinamakan Aquatic Land, dan diresmikan langsung oleh Bupati Pasuruan, HM Irsyad Yusuf, Selasa (27/8) siang, dengan disaksikan Frans Manansang, Direksi Utama Taman Safari, serta Michael Sumampau selaku General Manager TSI II Prigen.

Di dalam aquatic land tersebut, belasan Pinguin berjenis Humboldt menjadi Icon tersendiri, di samping juga terdapat 2 anjing laut dan beberapa ekor linsang yang ditempatkan terpisah.

Menurut Michael, Aquatic Land sengaja dibuat menyerupai kapal pesiar, lantaran menyesuaikan kehidupan para pinguin, anjing laut maupun singa laut yang terkenal suka bermigrasi dari satu perairan ke perairan yang lain.

"Memang kita sengaja mendesain aquatic land ini seperti kapal safari, karena sejatinya kita ingin memberikan nuansa baru saat pengunjung masuk ke tempat ini," ujar Michael.

Selain melihat tingkah laku para pinguin dan satwa lainnya, para pengunjung juga diberikan kebebasan untuk memberi makan satwa, tentunya dengan arahan dari masing-masing keeper (sebutan untuk pawang,red) yang telah profesional.

"Di area seluas 1500-2000 meter persegi, kami juga mengajak para pengujung untuk berinteraksi langsung dengan satwa kami, sehingga akan nyaman dan bakal kembali lagi ke TSI II Prigen," imbuhnya.

Dirinya optimis, dengan hadirnya wahana baru setiap tahunnya, tak menutup kemungkinan akan menambah jumlah wisatawan yang berduyun-duyun datang ke TSI II Prigen.

"Target kami minimal 10% per tahun. Untuk itu, kami harus memiliki sesuatu yang baru, agar para pengunjung bisa bertahan lama demi melihat seluruh satwa dan wahana yang ada di TSI II Prigen," pungkas Michael.

Sementara itu, Irsyad Yusuf sendiri merasa optimis, wisata TSI II Prigen akan membuat Kabupaten Pasuruan lebih dikenal luas di seluruh penjuru tanah air, khususnya wisata yang bersifat edutainment.
"Untuk dunia pendidikan tentunya akan sangat berpengaruh, karena para siswa dikenalkan langsung dengan satwa yang biasanya hanya dilihat melalui gambar. Selain itu, di TSI II Prigen sendiri juga mempunyai arena bermain yang cukup banyak, belum lagi ada sarana dan prasarana yang lain, sangat menungkinkan untuk berkembang lebih besar lagi. Mari kita bangkitkan pariwisata kita jauh lebih besar lagi," ungkapnya.

KABUPATEN PASURUAN PUNYA BPPD

Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kabupaten Pasuruan akhirnya dibentuk.

Ketua BPPD Propinsi Jawa Timur, Dwi Cahyono sendiri yang langsung melantik 9 pengurus (pengambil kebijakan) BPPD Kabupaten Pasuruan, dilanjutkan dengan Bupati Pasuruan, HM Irsyad Yusuf yang mengukuhkannya, di Pendopo Nyaweji Ngesti Wenganing Gusti Pemerintah Kabupaten Pasuruan, Rabu (20/11) malam.

Kepengurusan BPPD Kabupaten Pasuruan sendiri diketuai oleh Lukas Cahya Buana, dan membawahi 8 orang yang berasal dari 3 unsur pariwisata, 2 unsur akademisi, 2 unsur praktisi, serta 1 unsur dari penerbangan/transportasi. Kata Lukas, secara konkrit, BPPD Kabupaten Pasuruan masih belum memiliki target di tahun 2014 mendatang, lantaran masih akan melakukan pembentukan Badan Pelaksana, yang nantinya akan menjalankan segala kegiatan BPPD setiap saat.

"Kalau ditanya perihal ide, kita punya banyak sekali, seperti lomba souvenir khas kabupaten pasuruan, kemudian ada juga festival budaya dan lainnya, tapi memang semuanya masih sebatas rencana. Hal pertama yang kita lakukan adalah pembentukan badan pelaksana," ujar Lukas kepada Suara Pasuruan.

Badan Pelaksana itu sendiri tidak terbatas pada profesi tertentu, melainkan meluas sampai ke unsur terkecil masyarakat. Dalam artian, pihaknya akan memberikan kebebasan kepada masyarakat untuk menjadi bagian dalam keanggotaan BPPD Kabupaten Pasuruan.

"Kita akan sesegera mungkin untuk melakukan rekruitmen badan pelaksana di tahun depan, sehingga segala ide kita bisa langsung kita tuangkan menjadi langkah konkret," imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf menyebutkan, keberadaan BPPD sendiri diharapkan mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan di Kabupaten Pasuruan secara berjenjang. Saat ini, jumlah kunjungan wisatawan di beberapa tempat wisata sudah mengalami kenaikan, khususnya penanjakan bromo, TSI II Prigen, Pemandian Banyubiru, maupun potensi-potensi pariwisata lainnya.
"Kalau tahun depan jumlah kunjungannya semakin banyak, itu tidak lepas dari dukungan banyak pihak, salah satunya melalui BPPD Kabupaten Pasuruan. Untuk itu saya mengharapkan agar BPPD terus bersinergi dengan pemkab dalam hal mempromosikan pariwisata kabupaten pasuruans ecara besar-besaran," kata Irsyad dalam sambutannya.

DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KABUPATEN PASURUAN UNDANG PARA BUYER SE-INDONESIA

Potensi alam dan budaya Kabupaten Pasuruan semakin diminati oleh para wisatawan, khususnya mereka yang tergabung dalam biro travel agent.
Hampir setiap harinya, beberapa kali terlihat kendaraan yang mengangkut para wisatawan, baik lokal maupun para turis, menuju beberapa tempat wisata, khususnya Gunung Bromo. 
Ketertarikan mereka akan indahnya matahari terbit dari penanjakan Desa Tosari, Kecamatan Tosari semakin tinggi, setelah dibuktikan dengan berbagai event yang diadakan, di antaranya Bromo Marathon, Festival Bromo Tengger, hingga Upacara Kasada.
Seperti yang terjadi Kamis (22/11) malam, ratusan wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia sangat antusias mengikuti berbagai jamuan yang diberikan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pasuruan, mulai dari table top meeting, gala dinner, hingga persiapan untuk melihat The Real Sunrise of Bromo Mountain dari kaki penanjakan Tosari. Mereka yang merupakan para buyer (pembeli,red) tersebut benar-benar sangat menikmati berada di kabupaten pasuruan, khususnya pada saat malam jamuan antar Forum Komunikasi Pelaku Wisata se-Indonesia, di The Pines Resort Nongkojajar.
Trijono Isdijanto, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pasuruan mengatakan, potensi alam dan budaya kabupaten pasuruan harus dipromosikan secara besar-besaran, agar tingkat kunjungan pariwisata ke kabupaten pasuruan terus meningkat setiap tahunnya. Terlebih untuk potensi yang ada di wilayah pegunungan seperti tutur dan tosari dengan wisata alam budaya, maupun prigen dan pandaan dengan hunian mewahnya.
"Promosi adalah sebuah kewajiban yang harus kita laksanakan dengan maksimal, karena kabupaten pasuruan punya banyak sekali tempat pariwisata yang mumpuni, mulai dari sarana rekreasi alam, keluarga maupun koservasi flora dan fauna , dan itu harus kita pasarkan seluas-luasnya," ujar Trijono kepada Suara Pasuruan.
Promosi yang dimaksud Trijono dapat dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya melalui pemasangan spanduk atau baliho berukuran raksasa, promo melalui media, hingga mengundang langsung para buyer yang sama sekali belum pernah berkunjung ke kabupaten pasuruan.
"Kami sengaja mengundang para buyer untuk mengetahui lebih jauh segala potensi yang ada di kabupaten pasuruan, sehingga mereka benar-benar percaya kalau kita punya banyak tempat wisata yang sangat menarik," jelasnya.
Sementara itu, Bupati Pasuruan, HM Irsyad Yusuf mengaku mendukung penuh Visit Kabupaten Pasuruan 2014, di mana pemkab pasuruan akan mengusulkan pembangunan sarana dan prasarana yang ada di sekitar Tosari,  menurut Irsyad telah memiliki satu nilai plus yang tidak dimiliki oleh daerah lain, indahnya panorama Gunung Bromo, hanya dapat dilihat sempurna melalui Penanjakan Tosari.
"Tinggal bagaimana kita bisa menyajikan sesuatu yang ada di sekitar penanjakan itu sendiri. Bisa tari-tarian selamat datang, atau juga makanan dan minuman khas atau yang lainnya. Makanya kita masih menunggu gebrakan dari dinas yang bersangkutan terkait dengan ajang promosi ini," imbuhnya.

TINGKATKAN JUMLAH KUNJUNGAN KE BROMO, PEMKAB PASURUAN GELAR BROMO ON FIRE RALLY 2013

Untuk semakin memperkenalkan Bromo lebih luas lagi, Pemerintah Kabupaten Pasuruan akan menggelar Bromo on Fire Rally 2013, yang akan dilaksanakan selama 2 hari, terhitung 14-15 desember 2013 mendatang.

Total ada 200 peserta yang akan mengikuti event yang diadakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pasuruan tersebut, baik dari masyarakat sekitar pasuruan hingga daerah-daerah lain seperti malang, probolinggo, gresik dan surabaya.

Trijono Isdijanto, Kepala Disbudpar Kabupaten Pasuruan mengatakan, tujuan utama dilaksanakannya event Bromo on Fire Rally 2013 tak lain untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan (destination tourism) ke bromo yang tiap tahun semakin meningkat. Dikatakannya, tahun ini, jumlah pengunjung yang datang untuk melihat The Real Sunrise of Bromo Mountain sebanyak 450.000 wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.

"Bromo mempunyai daya tarik luar biasa yang tidak dimiliki oleh daerah lain, bahkan negara-negara di belahan dunia lainnya. Untuk itu, kami ingin menyajikan sesuatu yang berbeda sebelum mereka pergi untuk melihat matahari terbit dari penanjakan tosari," ujar Trijono saat menggelar Jumpa Pers di salah satu pusat perbelanjaan Surabaya, Selasa (11/12).

Ditambahkan Trijono, Bromo on Fire Rally 2013 akan mengambil start di Gedung Grahadi Surabaya, dan akan melewati beberapa tempat wisata penting di kabupaten pasuruan, di antaranya Finna Golf Country and Resort, Tretes Raya and Tretes View, TSI II Prigen, Bhakti Alam, Bukit Flora, sampai penanjakan Desa Tosari itu sendiri. Selama di tempat tersebut, pihaknya akan memberikan games sekaligus berbagai macam perlombaan, di antaranya Photography Contest, Sophaholic Contest, Fun Car, dan juga Kompetisi Clean and Clear Car.

"Kalau untuk lomba foto, kami persilahkan untuk peserta mendokumentasikan segala potensi yang ada di tempat-tempat pemberhentian, di samping itu kami juga menilai berapa banyak belanjaan yang dibeli dari tempat-tempat wisata di kabupaten pasuruan, Yang jelas, event ini sangat menarik untuk diikuti, bahkan kami juga membatasi jumlah peserta, karena ternyata antusiasmenya besar sekali," imbuhnya.

Rally yang menempuh jarak lebih dari 80 km itu rencananya akan diberangkatkan langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Syaifullah Yusuf sekitar pukul 07.00 WIB. Kata Trijono, Gus Ipul diperkirakan juga akan mengikuti Rally tersebut, dengan didampingi Bupati Pasuruan, HM Irsyad Yusuf.

"Rencananya seperti itu, tapi kami masih menunggu petunjuk lebih lanjut, apakah Gus Ipul juga ikut rally, atau hanya memberangkatkan saja," pungkasnya.

Setelah sampai di Garis Finish yakni di Desa Tosari, para peserta akan langsung mengikuti Gala Dinner, serta dihibur dengan Band Surabaya, Duo Virgin, serta Runner Up Stand Up Comedy, Akbar. Bukan hanya itu, pihak panitia juga menyediakan banyak doorprize khusus untuk peserta.

Sementara itu, Irsyad Yusuf sendiri menegaskan, Event Bromo on Fire Rally 2013 mendatang ditargetkan akan dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke bromo, maupun tempat-tenpat wisata yang ada di kabupaten pasuruan hingga mencapai 25.000 pengunjung.

"Kalau untuk target tahun depan saya optimis akan bertambah hingga 150.000 pengunjung, karena kami akan memperbaiki infrastruktur jalan yang menuju tempat wisata," katanya kepada Suara Pasuruan.

BROMO ON FIRE TOURING 2013, IRSYAD YUSUF BAWA SENDIRI JEEP RUBICON

Pemerintah Kabupaten Pasuruan benar-benar serius untuk menggarap Bromo sebagai Main Tourism Destination (Tujuan Utama Pariwisata).

Setelah sukses dengan event Bromo Marathon dan Lomba Foto On The Spot dan Off the Spot september lalu, Pemkab Pasuruan kali ini menggelar Bromo On Fire Touring 2013, yang dilaksanakan selama 2 hari berturut-turut, yakni 14-15 desember lalu.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 200 peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur sangat antusias mengikuti Rally Wisata yang diberangkatkan langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Syaifullah Yusuf, dari depan Gedung Negara Grahadi Surabaya, Sabtu (14/12) pagi.

Trijono Isdijanto, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pasuruan mengatakan, gagasan diselenggarakannya Bromo on Fire Touring tahun ini berasal dari ide Bupati Pasuruan, HM Irsyad Yusuf, lantaran menilai bahwa banyak potensi yang ada di sekitar kecamatan tosari, khususnya mengeksplorasi gunung bromo dan keindahannya.

"Kebetulan pak irsyad juga hobby sekali dengan hal-hal yang berbau alam maupun tantangan, jadi pas sekali kalau kita langsung mengemas bromo menjadi jujukan akhir para masyarakat yang hobby rally," pungkas Trijono kepada Suara Pasuruan.

Bromo on Fire Touring sendiri memakan jarak hampir 100 km lebih, karena melewati beberapa tempat pariwisata di kabupaten pasuruan, seperti Finna Golf, TSI II Prigen, Bhakti Alam Tutur, Bukit Flora, KUD Setia Kawan Nongkojajar, hingga titik akhir di pendopo wonokitri, Desa Tosari, Kecamatan Tosari. Selama di titik-titik tersebut, para peserta diberi kebebasan untuk mengikuti kompetisi foto, sophaholic (kontes belanja), dan Clean and Clear Car alias lomba kerapihan dan kebersihan kendaraan.

"Ketika peserta tiba di tempat-tempat pemberhentian, maka kami langsung memberikan stempel dan kupon undian, dengan hadiah yang banyak sekali, mulai dari celana hingga LED Layar datar. Kupon tersebut akan kami undi ketika semua peserta sampai di garis finish di desa tosari," imbuhnya.

Sementara itu, Syaifullah Yusuf menyebutkan, kunjungan pariwisata di jawa timur terus mengalami peningkatan hingga 31%. Oleh karena itu, dirinya optimis bahwa jumlah kunjungan pariwisata ke setiap potensi yang ada di jawa timur akan terus mengalami kenaikan dari tahun ke tahunnya. 

"Pariwisata memang bukan penentu banyaknya pemasukan terhadap PAD (Pendapatan asli daerah) di jatim, akan tetapi sektor pariwisata telah memberikan kontribusi yang begitu banyak untuk jatim, salah satunya karena gunung bromo," kata Syaifullah sesaat sebelum akhirnya memberangkatkan para peserta.

Di lain pihak, pemandangan berbeda terlihat saat Irsyad Yusuf dan istrinya, Lulis Irsyad Yusuf tak menggunakan jasa sopir atau ajudan dalam mengikuti bromo on fire tahun ini. 

Baik Irsyad maupun Lulis lebih memilih untuk membawa sendiri kendaraan jenis Jeep Rubicon, karena ingin merasakan Family Time di luar keprotokolan.

"Namanya bukan touring kalau kita disopiri. Saya biarkan ajudan dan sopir saya untuk beristirahat sembari berkumpul dengan keluarganya masing-masing, biar saya dan istri yang merasakan jalanan mulai dari surabaya sampai di tosari," ucap Irsyad saat melakukan check point pertama di Finna Golf and Country Resort.

Tak hanya mengikuti sampai di check point pertama, Ketua PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) Kabupaten Pasuruan itu rampung melalui seluruh titik-titik pemberhentian yang sudah diatur oleh panitia. Sempat berhenti untuk makan siang di KUD Setia Kawan, Irsyad dan rombongan langsung bergerak menuju Homestay di kawasan Tosari, untuk persiapan mengikuti gala dinner pada malam harinya. Dirinya menginginkan agar event Bromo on Fire Touring dapat dijadikan agenda rutin tahunan, terutama untuk semakin menggalakkan kunjungan pariwisata di gunung bromo, maupun seluruh potensi pariwisata yang ada di kabupaten pasuruan.

"Tahun depan kita targetkan sebanyak 150.000 wisatawan yang datang di kecamatan tosari, karena kita akan memberikan banyak sekali suguhan-suguhan menarik, termasuk souvenir khas kabupaten pasuruan maupun perbaikan infrastruktur jalan menuju tempat wisata," tandasnya.

PASURUAN FRUITS AND FLOWER FESTIVAL 2014, LULIS IKUTAN "LOMBA NYAMBEL"

Untuk pertama kalinya, Pemerintah Kabupaten Pasuruan menggelar “Pasuruan Fruits and Flower Festival 2014”.
Bertempat di Taman Dayu City of Festival Pandaan, ratusan peserta dari semua potensi buah dan bunga di 24 kecamatan se-Kabupaten Pasuruan, Sabtu (08/03) pagi, tumpah ruah menampilkan produk unggulannya masing-masing, khususnya saat unjuk kebolehan dalam lomba membuat sambal dan jus buah.
Khusus untuk membuat sambal, para peserta dibuat takjub dengan kebolehan Lulis Irsyad Yusuf, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pasuruan, yang juga antusias mengikuti Lomba Membuat Sambal, bersama dengan istri Wakil Bupati Pasuruan, Endah Rianmg Kulup Prayudha, istri Sekda Kabupaten Pasuruan, Karyawati Agus Sutiadji. Serta para kepala SKPD (Satuan Kerja Pemerintah Daerah) hingga para camat.
“Kalau masalah sambal, ini adalah urusan ibu rumah tangga. Setiap suami pasti mengharapkan masakan dari istrinya, terlebih sambal itu adalah pemanis makanan yang harus ada di meja makan,” kata Lulis kepada Suara Pasuruan.
Lulis sendiri mengapresiasi langkah dan gagasan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pasuruan, untuk menampilkan semua potensi buah dan bunga di semua kecamatan. Sebut saja durian yang terkenal di Ngembal, Tutur maupun di Petung Pasrepan, kemudian sirkaya di sukorejo, mangga di rembang, hingga bunga krisan yang ada di nongkojajar, adalah satu dari begitu banyak potensi buah dan bunga, lengkap dengan varian dan kualitasnya.
“Hari ini, saya melihat banyak sekali peserta yang mempunyai inovasi dalam lomba membuat sambal, ada yang dari belimbing, dari mengkudu, dari serai atau dari bahan yang lain. Saya acungi jempol untuk semua peserta yang tampil pol-polan,” tandas istri Bupati Pasuruan, HM Irsyad Yusuf itu.
Sementara itu, Lomba Membuat sambal sendiri dimenangkan oleh peserta dari Kecamatan Lekok dengan inovasi Sambel Bliwul (belimbing wuluh,red), selanjutnya juara II diraih oleh kecamatan sukorejo melalui sambal mengkudu, dan untuk juara III dimenangkan oleh kecamatan grati dengan sambal serai.
Di lain pihak, Trijono Isdijanto, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pasuruan menjelaskan, digelarnya Pasuruan Fruits and Flower Festival 2014 tak lain untuk semakin mengenalkan lebih jauh potensi buah dan bunga yang ada di kabupaten pasuruan, kepada para pengunjung, khususnya wisatawan yang datang dari wilayah malang maupun Surabaya.
“Kebetulan di Taman Dayu ini, banyak sekali pengunjung yang datang untuk makan, makanya sekalian kita suguhkan sesuatu yang menarik untuk mereka datangi. Ternyata antusiasnya luar biasa, banyak makanan, buah dan bunga yang dibeli oleh masyarakat,” ucap Trijono di sela-sela acara.
Rencananya, gelaran event tersebut akan dijadikan agenda rutin tahunan, yang pada muaranya dapat memberikan multi efek player bagi masyarakat yang berkunjung ke kabupaten pasuruan.

TARGETKAN 750.000 PENGUNJUNG KE TOSARI

Even Fun Bike Jawa Pos Cycling Bromo 100 Km yang berlangsung sabtu (15/03) lalu, ditargetkan akan ikut mendorong pertumbuhan wisata di Kabupaten Pasuruan
Bahkan, target tersebut naik beberapa kali lipat, yakni menembus 750.000 pengunjung khusus yang datang ke Tosari, guna melihat indahnya The Real Sunrise of Bromo Mountain. Hal tersebut seperti yang dikatakan oleh Bupati Pasuruan, HM Irsyad Yusuf, saat melihat antusiasme peserta yang luar biasa, yakni 600 peserta dari 11 negara dan 47 kota se-Indonesia
Menurutnya, Bromo dan Penanjakan Tosari adalah dua hal yang tak bisa dipisahkan satu sama lain, di mana indahnya matahari terbit dari Gunung Bromo, paling eksotik dilihat dari Bukit Penanjakan, Kecamatan Tosari.
“Sudah tidak bisa dipungkiri, bahwa view dan pemandangan yang paling menakjubkan dari Gunung Bromo, paling indah dilihat dari penanjakan, dan itu ada di kabupaten pasuruan,” ujar Irsyad kepada Suara Pasuruan.
Ditambahkannya, target jumlah pengunjung yang hampir mencapai 1 juta itu bisa terealisasi dengan melakukan promosi besar-besaran, serta dengan menggelar event atau kegiatan di sekitar tosari atau gunung bromo.
“Dulu ada namanya Bromo Maraton, Off Road Surabaya-Bromo, dan sekarang Jawa Pos Cycling 2014, ke depan kita akan menggelar Rock on Penanjakan dalam beberapa waktu ke depan, dengan bintang tamu SLANK,” imbuh Ketua DPC PKB Kabupaten Pasuruan itu.
Tentu saja, upaya untuk meningkatkan jumlah kunjungan ke Tosari akan dapat berjalan sesuai harapan, apabila didukung oleh pihak luar, baik perusahaan, perbankan, atau sponsor pendukung lainnya.
“Di Kabupaten Pasuruan banyak sekali industri yang berkembang, maka dari itu kami akan mengajak kerja sama, demi mewujudkan pariwisata kabupaten pasuruan yang lebih maju setiap tahunnya,” tandasnya.
Sementara itu, Dirut Jawa Pos, Azrul Ananda mengatakan, JP Cycling Bromo 100 menempuh jarak 100 km dalam waktu 5 – 6 jam dengan kecepatan 30 km/jam. Start dari depan Polda Jl A. Yani Surabaya menuju. Setelah menempuh perjalanan 60 km, peserta mulai menemui tantangan jalan menanjak ke Tosari (kawasan Bromo dengan pemandangan alam yang indah dengan kemiringan 16 %). Finish di ketinggian 2.000 meter di atas permukaan laut, tepatnya Pendopo Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari.
“Even ini diikuti oleh 27 peserta dari luar negeri, yakni Australia sebanyak 2 orang, Austria 1 orang, Belgia 1 orang, British 1 orang, Kanada 1 orang, Jerman 2 orang, Italia 2 orang, Malaysia 5 orang, Selandia Baru 1 orang, dan Singapura 11 orang. Sedangkan berdasarkan gender, jumlah peserta pria sebanyak 576 orang dan wanita sebanyak 24 orang,” ucap Azrul.

FESTIVAL DURIAN, "SI MAS SLAMET" JADI IKON BUAH KABUPATEN PASURUAN

Festival Durian “Kakap” Khas Kabupaten Pasuruan yang berlangsung di Sentra Bordir Bangil, Sabtu (05/04) sore berlangsung meriah.
Ratusan pengunjung seakan tak mau keluar dari lokasi, lantaran dimanjakan dengan banyaknya agenda yang ada di dalamnya, mulai dari Bursa Duren, Kontes Durian Terbaik, Lomba Cipta Menu Berbahan Dasar Durian Khas Kabupaten Pasuruan, hingga stand produk unggulan kabupaten pasuruan.
Seperti yang diungkapkan Mahmudah (45), salah satu warga Kelurahan Kersikan, Kecamatan Bangil yang mengaku betah berlama-lama, untuk bisa mencicipi durian gratis yang disediakan oleh panitia.
“Saya dengarnya bahwa akan ada kesempatan bagi warga untuk merasakan nikmatnya makan durian yang masak dari pohon, makanya saya datang di sini dengan 2 anak saya,” kata Mahmudah yang merasa lega dapat makan durian dengan para pejabat pemkab pasuruan.
Bukan hanya warga, Ketua Tim Penggerak PKK, Lulis Irsyad Yusuf juga kerasan untuk tetap mengikuti acara hingga selesai. Bersama dengan Ketua Perwosi Kabupaten Pasuruan, Endah Riang Kulup Prayudha serta Karyawati Agus Sutiadji, mereka berpartisipasi sebagai peserta Lomba Cipta Menu Berbahan Dasar Durian.  Baik Lulis dan Endah membuat menu “Ketan Riang” yang merupakan kue yang berasal dari campuran durian dan ketan ditambah gula, kepala, dan keju, serta minuman “Es Durian Fantastis”, hasil perpaduan antara durian dan beberapa buah lainnya. Sedangkan Karyawati memilih membuat Pepes Durian dan Kopi Durian selama kurang lebih 50 menit.
“Kami sebagai perempuan, istri dan ibu dari anak-anak harus dapat membagi waktu antara urusan organisasi dan keluarga. Kami harus menjadi ibu yang disenangi anak-anak bukan hanya dari cara mendidik, tapi juga salah satunya dari sajian makanan dan minuman yang lezat dan bergizi tinggi. Untuk itu, kami mengambil sedikit waktu untuk ikutan lomba ini, di samping memberikan support untuk para peserta lomba cipta menu,” ujar Lulis kepada Suara Pasuruan.
Dalam kurun waktu 90 menit waktu yang diberikan, para juri yang terdiri dari perwakilan PHRI (Persatuan Pengusaha Hotel dan Restoran Indonesia) Kabupaten Pasuruan, Dinas Kesehatan serta salah satu Dosen UNESA Surabaya Fakultas Tata Boga, menjatuhkan pemenang lomba cipta menu berbahan dasar durian khas kabupaten pasuruan, kepada Kecamatan Sukorejo, disusul kecamatan pandaan sebagai juara II, dan Bina Marga Kabupaten Pasuruan sebagai Juara III. Selain itu, Kecamatan Puspo juga diganjar dengan pemenang kategori kudapan terbaik, serta PKK Pembauran sebagai pemenang kategori minuman terbaik.
Sedangkan kontes durian sendiri dimenangkan oleh Durian Simas Slamet, milik Slamet, warga Desa Tempuran, Kecamatan Pasrepan, disusul Durian Bokor milik Yuli, warga Desa Sengon, Purwodadi sebagai juara II, dan Durian Siwaluh milik Salim, warga Desa Petung, Pasrepan sebagai Juara III. Kata Bupati Pasuruan, HM Irsyad Yusuf, pemenang festival durian khususnya kontes durian akan dinobatkan sebagai “Ikon Durian Khas Kabupaten Pasuruan”, dengan harapan dapat menjadi komoditi utama kabupaten pasuruan dari sektor pertanian dan buah-buahan.
“Kebetulan sudah menjadi prioritas kami pada tahun 2015 bersama dengan bapak Riang Kulup Prayudha, untuk memprioritaskan pada optimalisasi hasil pertanian dan ekonomi kerakyatan. Maka dari itu, festival durian ini merupakan pembuka dari upaya kita memajukan dunia pertanian di kabupaten pasuruan,” ucap Irsyad saat membuka Festival Durian Kakap Khas Kabupaten Pasuruan.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...