Pesona Wisata Kabupaten Pasuruan

Pasuruan Maslahat, Maju, Aman, Sehat Lahir Batin, Adil dan Bermartabat

Pesona Wisata Kabupaten Pasuruan

Pasuruan Maslahat, Maju, Aman, Sehat Lahir Batin, Adil dan Bermartabat

Pesona Wisata Kabupaten Pasuruan

Pasuruan Maslahat, Maju, Aman, Sehat Lahir Batin, Adil dan Bermartabat

Pesona Wisata Kabupaten Pasuruan

Pasuruan Maslahat, Maju, Aman, Sehat Lahir Batin, Adil dan Bermartabat

Pesona Wisata Kabupaten Pasuruan

Pasuruan Maslahat, Maju, Aman, Sehat Lahir Batin, Adil dan Bermartabat.

Pesona Wisata Kabupaten Pasuruan

Pasuruan Maslahat, Maju, Aman, Sehat Lahir Batin, Adil dan Bermartabat.

Pesona Wisata Kabupaten Pasuruan

Pasuruan Maslahat, Maju, Aman, Sehat Lahir Batin, Adil dan Bermartabat.

Pesona Wisata Kabupaten Pasuruan

Pasuruan Maslahat, Maju, Aman, Sehat Lahir Batin, Adil dan Bermartabat.

Pesona Wisata Kabupaten Pasuruan

Pasuruan Maslahat, Maju, Aman, Sehat Lahir Batin, Adil dan Bermartabat.

Pesona Wisata Kabupaten Pasuruan

Pasuruan Maslahat, Maju, Aman, Sehat Lahir Batin, Adil dan Bermartabat.

Pesona Wisata Kabupaten Pasuruan

Pasuruan Maslahat, Maju, Aman, Sehat Lahir Batin, Adil dan Bermartabat.

Pesona Wisata Kabupaten Pasuruan

Pasuruan Maslahat, Maju, Aman, Sehat Lahir Batin, Adil dan Bermartabat.

Pesona Wisata Kabupaten Pasuruan

Pasuruan Maslahat, Maju, Aman, Sehat Lahir Batin, Adil dan Bermartabat.

Pesona Wisata Kabupaten Pasuruan

Pasuruan Maslahat, Maju, Aman, Sehat Lahir Batin, Adil dan Bermartabat.

Monday, March 16, 2015

Irsyad Canangkan Dusun Sejo sebagai Kampung Budaya

Dusun Sejo, Desa Karangrejo, Kecamatan Gempol dicanangkan oleh Bupati Pasuruan, HM Irsyad Yusuf, sebagai Kampung Budaya Kabupaten Pasuruan.

Tepatnya Minggu, (28/12) pagi, dengan didampingi Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Sudiono Fauzan, Asisten II Sekda Kabupaten Pasuruan, Achmad Zainuddin, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pasuruan, Heri Yitno dan Kabag Perekonomian, Sumantri, Irsyad melakukan pemukulan gong dan penandatanganan prasasti, sebagai tanda dicanangkannya Dusun Sejo sebagai Kampung Budaya-nya Kabupaten Pasuruan.

“Semoga dengan pencanangan ini, seluruh warga Sejo bisa terus bersemangat menjadikan Kampung ini sebagai gudangnya kebudayaan di Kabupaten Pasuruan,” ucap Irsyad sebelum memukul gong tanda pencanangan telah dilakukan.

Setelah dicanangkan, Pemerintah Kabupaten Pasuruan berencana akan memberikan perhatian dalam bentuk bantuan keuangan. Kata Irsyad, bantuan tersebut disesuaikan dengan tingkat kebutuhan, baik dalam hal pembangunan sarana prasarana maupun bantuan yang lain.

“Kita lihat dulu seperti apa bantuan yang dibutuhkan oleh warga. Apakah sarana prasarana umum atau yang lainnya. Ada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata yang akan memback up ini,” imbuhnya kepada Suara Pasuruan.

Sementara itu, untuk menjadikan Dusun Sejo sebagai Kampung Budaya, warga akan mengerahkan tenaga untuk mempercantik kampungnya, baik dengan lukisan tembok, jalan yang berwarna-warni, serta berbagai macam kerajinan tangan yang dipajang di depan rumah masing-masing warga. Jupri Abdullah selaku Kreator Kampung Budaya Sejo menegaskan, Kampung Budaya adalah perwujudan upaya untuk menggeliatkan kearifan budaya local yang sepertinya sudah mulai banyak ditinggalkan oleh generasi muda, salah satunya adalah seni lukisan.

“Contohnya saja kesenian Jaran Kepang yang sudah tidak dilirik oleh anak-anak muda. Padahal itu adalah kesenian yang juga mengandung unsur olahraga. Maka dari itu, saya mengangkat kampung ini dengan harapan dapat ditiru oleh kampung yang lainnya,” jelasnya.

Pencanangan Dusun Sejo sebagai Kampung Budaya Kabupaten Pasuruan diisi dengan banyak hiburan yang dipersembahkan oleh warga,mulai dari anak-anak sampai remaja. Sebut saja Tari Remo,  Jaranan, Legong, Lilin, Reog, kemudian Pembacaan Puisi Budaya, Orkes Dangdut, serta Penghargaan Kampung Budaya Award yang diberikan Kepada Dalang Ki Darto Waluyo atas dedikasinya di dunia pewayangan

Minta Keselamatan, Warga Puspo Gelar Gadeso

Ratusan warga Desa Puspo, Kecamatan Puspo, Kabupaten Pasuruan menggelar Gadeso atau Selamatan Desa, Kamis (22/01).

Tradisi yang dilakukan setiap tahunnya itu dilaksanakan di Balai Desa Puspo, di mana puluhan ancak dari 8 dusun di Desa Puspo, dipertontonkan di hadapan warga maupun para wisatawan yang datang ke sana. Ada berbagai model ancak seperti binatang kuda, burung garuda, macan putih, dan lain sebagainya, dan semuanya dibawa dari tempat tinggal warga menuju balai desa.

Bagus Tranggono, Ketua Panitia Gadeso mengatakan, Gadeso adalah ritual yang dilakukan masyarakat Puspo, dengan tujuan meminta keselamatan desa dari segala penyakit, hingga malapetaka berupa bencana.

“Kita ketahui sendiri bahwa Puspo termasuk daerah pegunungan yang juga rawan bencana longsor. Maka dari itu, ritual ini sengaja dilakukan dalam rangka meminta kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar desa kami terus diberikan keselamatan, kesehatan dan kemakmuran,” katanya kepada Suara Pasuruan.

Dari pantauan di lapangan, tampak bermacam-macam makanan mulai kue hingga nasi termasuk ikan (lauk) dari segala jenis, lengkap ditempatkan di ancak yang digotong sebagai wujud kebersamaan warga. Sebelum di bagikan warga dengan cara merebutnya dengan sesuka hati, ancak itu di ritual terlebih dahulu dengan mantra-matra dan doa.

“Tradisi ini dilakukan turun temurun sejak dahulu kala dan digelar setiap tiga tahun sekali. Dan warga disini menyebutnya tradisi Gadeso,” tutur Bagus di sela-sela acara.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pasuruan Trijono Isdijanto mengaku keberadaan selamatan desa tersebut bagian dari warisan budaya bangsa yang perlu dilestarikan.

 “Kegiatan ini bisa menjadi daya tarik wisata di Kabupaten Pasuruan. Makanya warisan budaya ini harus dilestarikan,”pungkasnya. 

Pemkab Pasuruan akan jadikan Prigen sebagai Kawasan Wisata Keluarga

Pemerintah Kabupaten Pasuruan akan menjadikan Kecamatan Prigen sebagai Kawasan Wisata Keluarga.

Hal tersebut seperti yang disampaikan Trijono Isdijanto, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pasuruan, di sela-sela kesibukannya, Senin (26/01). Menurutnya, Kecamatan Prigen memiliki banyak potensi pendukung untuk menuju Kawasan Wisata Keluarga, diantaranya udara bersih dan segar serta panorama alam yang indah, infrastruktur yang mendukung, sarana transportasi yang memadai, tersedianya penginapan dan kuliner yang bervariasi, serta akses kemudahan menuju prigen itu sendiri.

“Prigen memiliki potensi wisata alam yang luar biasa, mengingat posisinya di lereng Gunung Arjuno dan Welirang. Penduduknya juga masih didominasi oleh kalangan menengah ke bawah, dan yang paling utama karena Prigen memiliki banyak pilihan villa ataupun hotel yang sangat menunjang untuk kegiatan wisata,” ujar Trijono kepada Suara Pasuruan.

Dari semua potensi pendukung tersebut, Tahun 2018 adalah tahun dimana Prigen akan berubah drastis menjadi kawasan wisata keluarga impian. Di dalamnya, diharapkan akan tersedia Recreational Park atau Wahana Rekreasi yang memiliki sarana mainan air dan alam, sarana olahraga, serta sarana gardu pandang dengan teleskop tele. Selain itu, Prigen akan mempunyai kebun bunga yang sangat lengkap, ditambah dengan pasar buah dan wisata seni budaya.

“Dulu Prigen pernah memiliki sebuah gedung yang dinamai The Window of the World. Dari situlah, kita ingin menghidupkan Prigen dengan sebesar-besarnya, melalui publikasi sebanyak-banyaknya,” imbuh Trijono.

Hanya saja, sampai saat ini, ada beberapa pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan, utamanya dalam hal merubah Mindset masyarakat akan  Prigen yang terkenal dengan wisata seksual. Kata Trijono, tahun ini pihaknya akan melakukan kajian dengan Bappeda Kabupaten Pasuruan perihal design dan pola pembangunan kawasan wisata keluarga. Selain itu, seluruh elemen masyarakat terkait akan dilibatkan, seperti PHRI (Persatuan Hotel dan Resort Indonesia), Kominfo, Koperasi, Badan Promosi Pariwisata Daerah Kabupaten Pasuruan,Travel Agent, Disperindag, Badan Perijinan Penanaman Modal, PIER (Pasuruan Industrial Estate Rembang), Pengusaha hingga KADIN (Kamar Dagang Industri).

“Masih melekatnya image prigen sebagai kawasan seksual itulah yang menjadi PR yang harus segera dituntaskan. Semua masyarakat di Prigen harus menyatukan pikiran demi menjadikan prigen sebagai kawasan wisata keluarga,” akunya.

Apel Nongkojajar Digilai Wisatawan Nasional

Apel “Rome Beauty” khas Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan semakin digilai penikmat petik buah nasional.

Ratusan hektar perkebunan apel yang terbentang luas di 8 Desa, menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan domestik, seperti Jakarta, Surabaya, Banyuwangi, dan beberapa kota besar di Indonesia. 

Seperti yang terlihat Rabu (18/02), di mana ratusan penyuka apel datang khusus ke Desa Kayukebek, untuk merasakan sensasi memetik sekaligus makan apel yang sudah masak pohon, langsung dari kebunnya.

Atik Chandra (35), salah seorang wisatawan asal Jakarta mengaku kagum dengan apel yang ada di Kecamatan Tutur. Menurutnya, apel yang ada di Tutur tidak ada bandingannya dengan yang ada di daerah lain seperti Batu dan Malang.

“Apel yang ada di Tutur besar-besar dan warnanya sangat menggoda yakni merah menyala. Apalagi rasanya yang super duper manis, membuat kami ketagihan untuk nanti akan kembali ke sini, dengan membawa teman yang lebih banyak,” kata Atik yang tak puas melihat bentangan kebun apel yang siap dipanen.

Atik sendiri mengetahui potensi apel di Tutur, setelah browsing di internet. Kata dia, apel yang ada di Tutur ternyata menjadi pasokan untuk para penjual apel yang ada di Batu. 

“Saya kaget ternyata yang ada di Batu itu ngambilnya di Tutur. Pantesan petani apel di sini kaya-kaya,” singkatnya setelah ngobrol-ngobrol dengan Munir, salah seorang pemilik kebun apel.

Selama di Tutur, Atik mengaku memborong puluhan kilo apel Rome Beauty, untuk selanjutnya dibawa sebagai oleh-oleh saat kembali ke Jakarta. Banyaknya apel yang diborongnya tak lain karena harga apel Rome Beauty yang sangat murah, yakni cuma Rp 15.000 per 1 kilogramnya.Berbeda dengan Apel jenis Ana dan Manalagi yang dijual dengan harga masing-masing Rp 10.000 dan Rp 8000/kg.

“Apalagi harga apelnya murah, wah kalau gak borong banyak, rasanya pasti akan menyesal. Pokoknya hari ini kami sekeluarga senang sekali bisa datang ke Tutur ini, belum lagi kami juga akan membeli Strawberry dan Bunga Krisan yang juga banyak ditanam di Tutur,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Pasuruan, HM Irsyad Yusuf menegaskan , Apel Tutur atau yang popular disebut dengan Apel Nongkojajar adalah salah satu Ikon Buah Khas Kabupaten Pasuruan, disamping Mangga Gadung Klonal khas Kecamatan Rembang dan Sukorejo, Srikaya Khas Rembang, dan Durian Khas Kecamatan Purwodadi dan Pasrepan.

“Kabupaten Pasuruan kaya akan potensi alam dan hasil bumi. Mulai dari buah, sayur dan tanaman apa saja semuanya tumbuh subur di Kabupaten Pasuruan. Kita memiliki pegunungan dan pantai yang kaya akan hasil perikanan dan kelautan,” tegas Iryad kepada Suara Pasuruan.

Menurutnya, tahun 2015 ini, Pemkab Pasuruan akan memprioritaskan pembangunan pada sektor pertanian dan ekonomi kerakyatan. Anggaran pun telah disiapkan khusus untuk mengoptimalkan seluruh hasil pertanian dan pengembangan ekonomi kerakyatan.

“Yang jelas, sektor pertanian akan kita kembangkan jauh lebih besar lagi. Momennya pas dengan intruksi Presiden Joko Widodo agar setiap daerah mampu mengoptimalkan hasil pertanian, agar Indonesia tak lagi impor buah, sayur dan apapun yang ada sangkut pautnya dengan pertanian,” jelasnya. 

Touring, Bupati Irsyad Jajal Phantom Klasik

Tergabung dalam Asosiasi Honda Phantom Indonesia (AHPI), Bupati Pasuruan, HM Irsyad Yusuf menjajal keunikan motor Phantom Klasik yang dimilikinya, dengan melakukan touring Pasuruan-Banyuwangi, Jumat (20/02) pagi.

Motor berwarna hitam dengan Nomor Polisi N 4545 OY keluaran tahun 2007 itu tampak melaju dengan puluhan phantom para rider dari Surabaya, Malang, Sidoarjo Blitar dan Pasuruan. Para biker yang didominasi kaum laki-laki paruh baya itu berangkat dari kediaman Bupati Irsyad yang terletak di Desa Martopuro, Kecamatan Purwosari, sekitar pukul 08.00 WIB.

Sekitar 45 menit perjalanan dari Purwosari-Pendopo, seluruh rombongan akhirnya tiba, untuk melakukan check point sembari beristirahat sejenak di rumah dinas Bupati Pasuruan itu.

“Terima kasih untuk Bapak Bupati yang begitu baiknya mempersilahkan kami untuk sarapan dan beristirahat di Pendopo yang megah ini,” kata Ketua Dewan Pembina AHPI, Bro Gembong Priyosetyadji.

Menurut Gembong, Kabupaten Pasuruan memiliki potensi-potensi yang luar biasa untuk dijadikan event touring. Dalam artian, para rider akan berkeliling Kabupaten Pasuruan sekalian menikmati tempat-tempat pariwisata seperti TSI II Prigen, Penanjakan Bromo, Kebun Wisata petik buah Nongkojajar, Tretes, Banyubiru, dan tempat-tempat eksotis lainnya.

“Kami sudah berencana untuk berkeliling Kabupaten Pasuruan, tentunya bersama dengan Bapak Bupati juga,” imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Irsyad mempersilahkan seluruh anggota AHPI untuk datang ke Kabupaten Pasuruan, utamanya Festival Durian yang akan digelar di Kawasan Masjid Cheng Ho Pandaan, 7-8 Maret 2015. 

“Akan ada 1000 durian yang dihadirkan, baik dilelang maupun makan gratis. Selain itu, di sana juga akan digelar lomba masak serba durian khas Kabupaten Pasuruan,” ucap Irsyad di hadapan para member AHPI.

Sedangkan perihal touring yang akan berakhir di Pulau Merah Banyuwangi tersebut, Irsyad tidak dapat melanjutkan perjalanannya, lantaran tanggung jawab sebagai Kepala Derah menuntutnya untuk menyelesaikan tugas-tugasnya.

“Saya mohon maaf tidak bisa mengikuti sampai Banyuwangi. Untuk itu, dalam kesempatan ini saya membantu BBM semua kendaraan sebesar Rp 10 juta. Hati-hati di jalan, dan semoga sampai di tujuan dan kembali lagi ke tempat tinggalnya dengan selamat,” terangnya. 

Promosikan Tosari, Gelar Festival Kerajinan Tangan

Untuk memperkenalkan potensi Tosari yang sesungguhnya, Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menggelar Festival Kerajinan Tangan se-Kecamatan Tosari, yang dipusatkan di depan Pendopo Agung Desa Wonokitri, Kamis (19/02) malam.

Seluruh hasil karya warga hingga para pelajar sengaja ditampilkan untuk dapat dibeli sebagai oleh-oleh Khas Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan. Ada Wingko Tengger yang dibuat dari kentang granula, kemudian lukisan Gunung Bromo, tas dan dompet yang berasal dari daun dan batang tanaman gandum, berbagai macam gelas dan piring yang bergambarkan Gunung Bromo, sampai dengan kerajinan tangan yang lain.

Trijono Isdijanto, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pasuruan mengatakan, Tosari perlu dikembangkan lebih besar lagi, karena jelas-jelas memiliki segudang potensi, baik alam, hasil bumi dan budaya masyarakat setempat.

“Seperti yang sudah diintruksikan oleh Bapak Bupati Irsyad, bahwasanya Tosari akan dikembangkan menjadi jujukan pariwisata internasional. Maka dari itu, Festival Kerajinan tangan ini merupakan bagian kecil dari langkah untuk mempromosikan Tosari,” kata Trijono Isdijanto kepada Suara Pasuruan.

Festival sendiri sengaja digelar pada saat momen Liburan Imlek, dengan harapan para pengunjung yang akan naik ke Penanjakan untuk melihat “The Real Sunrise of Bromo Mountain”, bisa sekalian membeli produk khas Kecamatan Tosari. 

“Festival ini kami gelar seharian penuh mulai pagi sampai malam. Harapannya, para wisatawan sebelum ke Penanjakan, bisa membeli oleh-oleh Khas Tengger, baik makanan minuman maupun kerajinan tangan,” imbuhnya.

Sementara itu, gelaran festival kerajinan tangan tersebut ternyata dibanjiri oleh para wisatawan yang akan menginap di homestay-homestay yang ada di sekitar lokasi penyelenggaraan festival. Ana Maria (47), wisatawan asal Jakarta mengaku memborong Wingko Kentang khas tengger, lantaran rasanya berbeda dengan wingko lain yang kebanyakan terbuat dari kelapa dan ketan.

“Saya belum pernah makan wingko dari kentang, apalagi kentang di Tosari ini katanya terkenal sampai ke luar negeri. Harganya murah lagi Cuma Rp 10.000 satu tas,” terangnya sembari mengajak 20 orang temannya untuk membeli wingko tersebut. 

Kabupaten Pasuruan Siap Jadi Tuan Rumah Final East Java Scouts Challenge 2K15

East Java Scouts Challenge 2K15 sampai di Kabupaten Pasuruan, Sabtu (21/02).

Perhelatan ajang Pramuka se-Jawa Timur yang digagas oleh Ketua Kwartir Daerah Jawa Timur (Kwarda), Syaifullah Yusuf dan DBL (Developmental Basketball League) Jawa Pos itu, akan mengambil 2 regu pramuka putra dan putri yang akan mengikuti Jambore Internasional di Amerika Serikat,Nopember 2015 mendatang.

Untuk Kabupaten Pasuruan sendiri, seleksi East Java Scouts Challenge 2K15 dipusatkan di Lapangan Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Grati. Syaifullah Yusuf atau yang akrab dipanggil Gus Ipul tersebut, secara resmi membuka East Java Scouts Challenge 2KI5, dengan didampingi Ketua Majelis Pembimbing Cabang Pasuruan (Kamabica), HM Irsyad Yusuf, CEO Jawa Pos dan Calon Ketua PERBASI, Azrul Ananda, Ketua Panitia East Java Scouts Challenge 2K15 Kabupaten Pasuruan, Iswahyudi, para Kepala SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) dan camat se-Kabupaten Pasuruan.

“Dengan mengucap Bismillah, saya resmikan East Java Scouts Challenge 2K15 di Kabupaten Pasuruan. Selamat bertanding untuk adek-adek pramuka semuanya,” teriak Gus Ipul dengan langsung menekan tombol tanda diresmikannya event pramuka se jatim itu.

Menurutnya, pramuka adalah praja muda karana yang memiliki peran penting dalam mencetak generasi penerus bangsa yang berkualitas. Di dalam pramuka itu sendiri ditanamkan rasa nasionalisme, kejujuran, kekompakan, tenggang rasa, dan memiliki jiwa sosial yang tinggi.

“Pramuka itu adalah waday yang sangat tepat untuk mendidik anak bangsa menjadi penerus yang luar biasa. Banyak orang sukses yang memulai langkahnya sebagai pramuka,” terang Gus Ipul kepada Suara Pasuruan.

Sementara itu, Bupati Pasuruan yang juga sekaligus Kamabica Pasuruan, HM Irsyad Yusuf optimis bahwa perwakilan regu pramuka Kabupaten Pasuruan akan berjaya di tingkat nasional. Bahkan, dirinya juga yakin regu Kabupaten Pasuruan akan memenangi East Java Scouts Challenge tahun ini.

“Terhitung 21-26 Pebruari, seluruh kwartir ranting (kwarran) se-Kabupaten Pasuruan akan bersaing demi bisa berangkat ke Negeri Paman Sam itu. Saya percaya dengan kemampuan pramuka kita, karena saya bisa melihat dari latihan yang dilakukan oleh adek-adek pramuka,” tegas Irsyad di hadapan seluruh peserta.

Bahkan, saking optimisnya, Irsyad mengaku bahwa Kabupaten Pasuruan siap untuk dijadikan sebagai Tuan Rumah Final East Java Scouts Challenge 2K15.

“Malam hari ini di hadapan Ketua Kwarda Jawa Timur, kami siap untuk menjamu seluruh finalis East Java Scouts Challenge yang pertama kali ini.  Kami akan mengajak semua peserta keliling Kabupaten Pasuruan, karena kita punya banyak tempat pariwisata seperti TSI II Prigen, Penanjakan Gunung Bromo, Petik apel dan Strawberry di Tutur, Banyubiru, Kebun Raya Purwodadi, dan sejuta tempat impian yang lain,” jelasnya.

Kesekian Kalinya, Irsyad Pimpin Gerakan Bangil Bersih

Untuk kesekian kalinya, Bupati Pasuruan, HM Irsyad Yusuf mengajak warga Bangil dan sekitarnya, bersih-bersih Alun-alun Bangil melalui Gerakan Bangil Bersih, Rabu (25/02) pagi.

Sekitar pukul 06.00 WIB, Irsyad langsung mengecek kondisi terkini Alun-alun Bangil yang sudah mulai hijau, serta penataan taman yang semakin rapi. Tak sendirian, Irsyad melakukan bersih-bersih Alun-alun Bangil bersama dengan Wakil Bupati, Riang Kulup Prayudha, Ketua DPRD, Sudiono Fauzan, Sekda Agus Sutiadji, dan beberapa kepala SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) Pemkab Pasuruan. Selain bersih-bersih, momen tersebut juga diisi dengan penanaman ratusan bibit tanaman pucuk merah.

Menurut Irsyad, Gerakan Bangil Bersih adalah langkah untuk mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga Fungsi Alun-alun Bangil sebagai Paru-Paru kota. Apalagi, keberadaan alun-alun menjadi pusat perhatian dari seluruh masyarakat yang ada di pusat kota.

"Alun-alun Bangil harus menjadi kebanggaan masyarakat Bangil, karena di situlah pusat kegiatan masyarakat yang bersifat rekreasi," singkat Irsyad kepada Suara Pasuruan.

Untuk menciptakan Alun-alun Bangil menjadi semakin bersih dan tertata rapi, Irsyad menekankan adanya kerja sama semua pihak, mulai dari pemerintah, dunia usaha, sampai lingkungan terkecil setingkat RT dan RW. Kata Irsyad, sukses tidaknya menciptakan Alun-alun Bangil tergantung dari tanggung jawab dan kepedulian semua pihak, dengan menyatukan visi menuju Bangil menjadi Ibukota Kabupaten Pasuruan yang sesungguhnya.

"Pemkab Pasuruan tidak akan pernah bisa untuk mengurusnya sendirian, melainkan perlu dukungan semua elemen terkait. Kalau semuanya sudah sama-sama kompak, maka impian apapun akan dapat terwujudkan," imbuhnya.

Sementara itu, dalam Gerakan Bangil Bersih kali ini, Bupati Irsyad dan seluruh masyarakat Bangil juga membongkar Poslantas Bangil yang lokasinya sangat berdekatan dengan jalan raya. Kata Irsyad, Pemkab Pasuruan sudah membangun Poslantas yang baru, yakni tepat di belakang dari Poslantas yang lama.

"Hari ini kita juga membongkar poslantas, cepat sekali. Harapannya, para pengendara bisa melintas dengan lancer, karena badan jalan akan semakin lebar," ungkap adik kandung Wakil Gubernur Jatim, Syaifullah Yusuf itu.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...