Pesona Wisata Kabupaten Pasuruan

Pasuruan Maslahat, Maju, Aman, Sehat Lahir Batin, Adil dan Bermartabat

Pesona Wisata Kabupaten Pasuruan

Pasuruan Maslahat, Maju, Aman, Sehat Lahir Batin, Adil dan Bermartabat

Pesona Wisata Kabupaten Pasuruan

Pasuruan Maslahat, Maju, Aman, Sehat Lahir Batin, Adil dan Bermartabat

Pesona Wisata Kabupaten Pasuruan

Pasuruan Maslahat, Maju, Aman, Sehat Lahir Batin, Adil dan Bermartabat

Pesona Wisata Kabupaten Pasuruan

Pasuruan Maslahat, Maju, Aman, Sehat Lahir Batin, Adil dan Bermartabat.

Pesona Wisata Kabupaten Pasuruan

Pasuruan Maslahat, Maju, Aman, Sehat Lahir Batin, Adil dan Bermartabat.

Pesona Wisata Kabupaten Pasuruan

Pasuruan Maslahat, Maju, Aman, Sehat Lahir Batin, Adil dan Bermartabat.

Pesona Wisata Kabupaten Pasuruan

Pasuruan Maslahat, Maju, Aman, Sehat Lahir Batin, Adil dan Bermartabat.

Pesona Wisata Kabupaten Pasuruan

Pasuruan Maslahat, Maju, Aman, Sehat Lahir Batin, Adil dan Bermartabat.

Pesona Wisata Kabupaten Pasuruan

Pasuruan Maslahat, Maju, Aman, Sehat Lahir Batin, Adil dan Bermartabat.

Pesona Wisata Kabupaten Pasuruan

Pasuruan Maslahat, Maju, Aman, Sehat Lahir Batin, Adil dan Bermartabat.

Pesona Wisata Kabupaten Pasuruan

Pasuruan Maslahat, Maju, Aman, Sehat Lahir Batin, Adil dan Bermartabat.

Pesona Wisata Kabupaten Pasuruan

Pasuruan Maslahat, Maju, Aman, Sehat Lahir Batin, Adil dan Bermartabat.

Pesona Wisata Kabupaten Pasuruan

Pasuruan Maslahat, Maju, Aman, Sehat Lahir Batin, Adil dan Bermartabat.

Tuesday, May 26, 2015

Agrowisata Petik Buah Apel


Kawasan agrowisata ini terletak di desa Andonosari, Tutur-Pasuruan. Merupakan kebun apel terbesar di Indonesia. Daerah ini sangat cocok untuk sayur mayur dan buah-buahan. Bermacam-macam jenis apel terdapat di daerah ini, antara lain apel manalagi, apel rhomebeauty, apel anna dan apel wanle. Selain apel juga terdapat paprika dan bunga krisan. Kawasan ini cocok dijadikan daerah agropolitan. Wisata agro perkebunan Apel ini terletak di desa Andonosari, Kecamatan Tutur, sekitar 40 Km dari pusat kota Pasuruan. Jarak temput ke kawasan Agrowisata Apel imi sekitar 75 km dari kota Surabaya dan 50 km dari Malang.
Saat memasuki area perekebunan ini, hanya dengan sekali bayar untuk tiket masuk, pengunjung yang datang ke perkebunan ini bisa menikmati luasnya perkebunan apel dan bisa memetik dan memakan langsung buah apel di setiap pohon yang ada.Perkebunan apel desa Tutur memiliki luas sekitar 1100 hektar dan terdiri dari berbagai jenis apel seperti Manalagi, Rhomebeauty dan Wanle. Obyek wisata ini sangat cocok untuk dikunjungi sebagai wahana rekreasi keluarga dan bisa dijangkau dengan mudah karena letaknya yang strategis. Di desa Andonosari ini juga terdapat homestay dan berbagai macam produk makanan kemasan seperti kripik nangka, kripik apel, the apel dan susu segar yang bisa dijadikan sebagai oleh-oleh. Di tempat tersebut terdapat berbagai macam alat-alat yang digunakan untuk memproses tanaman apel menjadi berbagai macam olahan produksi. Anda juga bisa melihat langsung berbagai hasil barang produksi hasil olahan, selain cuka apel yaitu teh apel, wine apel, jenang apel dan juga kripik apel. Menarik sekali berwisata ke Agrowisata Petik Apel di desa Andronosari

Jika selama ini anda menganggap bahwa pusat apel di Indonesia adalah di Batu – Malang, sekarang anda harus mengubah pandangan itu. Tahukah anda bahwa ternyata apel yang banyak dijual di daerah Batu dan Malang ternyata banyak berasal dari daerah Nongkojajar Kec. Tutur Kab. Pasuruan. Di Kecamatan ini ada beberapa desa yang mempunyai produksi apel paling besar yaitu di Desa Andonosari, Kayukebek, Blarang, Gendro, dan Wonosari. Dari desa – desa tersebutlah kemudian banyak dijual ke seluruh Indonesia. Karena kurangnya promosi saja maka yang kita kenal ketika mengetahui apel maka ingatan kita pasti dari Batu – Malang.

Pantai Pasir Panjang



Pantai Pasir panjang terletak di desa Semedusari Kecamatan Lekok, yang terkenal dengan wisata tradisi petik laut. Tradisi yang satu ini telah menjadi agenda tahunan warga Desa Pasinan, Kecamatan Lekok, yaitui tradisi Petik Laut. Tradisi ini dilakukan saat lebaran H+7 atau biasa disebut oleh lebaran ketupat. Berada di kawasan Pusat Latihan Tempur TNI AL Grati tak membuat acara ini sepi pengunjung. Mulai pagi hari sampai menjelang maghrib, para pengunjung datang silih berganti, adapula yang datang mulai pagi hingga sore.

Petik Laut disini diawali dengan melarungkan ancak yang berisi emas murni, ayam, nasi ponar, dan kepala sapi. Kemudian disusul dengan lomba-lomba. Ada lomba Ski Lot, Lomba Balap Perahu, dan Tarik Tambang. Untuk lomba Ski Lot tidak jauh berbeda dengan lomba Ski Lot yang diadakan di Tambak. Untuk Lomba Balap Perahu sendiri, hanya ada 3 perahu dengan awak tiap perahu hanya 2 orang saja. Panjang lintasan perahu ini 500 m, untuk pergi pulang 1 km. Dan untuk lomba Tarik Tambang, dilakukan di pantai saat air tidak pasang.
     
Tujuan dari tradisi ini adalah untuk mendapatkan berkah dan pengharapan agar hasil yang didapat para nelayan dari laut terus meningkat. Pengunjung yang masuk pun membayar tiket masuk sebesar 2000 rupiah saja. Dengan harga murah meriah, dan mendapat hiburan rakyat pesisir, acara ini terselenggara sangat meriah dengan adanya panggung hiburan, yang diisi dengan nyanyian dangdut dan biduanita lokal. Untuk dana, dari swadaya desa sendiri dan sumbangan dari Bapak Bupati Pasuruan. Tradisi ini pun akhirnya menjadi agenda tahunan masyarakat Pasuruan pesisir.

              

Tuesday, May 5, 2015

Kebun Buah Dewa Melodi "Pepino"



Kawasan Pasuruan rupanya tak hanya dikuasai agrowisata strawberry dan apel. Baru-baru ini, muncul buah yang masih satu famili dengan terong. Buah Dewa Melodi namanya atau sering disebut dengan buah Pepino. Asal muasal tanaman ini dari Pegunungan Andes di Amerika Selatan. Buah ini memiliki kombinasi rasa antara buah belewah, mentimun, tomat dan melon. Kombinasi rasa ini sangat disukai orang Indonesia khususnya Jawa. Saat di lidah, kombinasi rasa buah timun emas, blewah dan melon terasa begitu menyegarkan. Namun berulang kali dirasakan, karakter rasa buah melon masih mendominasi Pepino.

Buah Pepino sangat mudah dibudidayakan, karena benih yang dipakai untuk menanam bisa diambil dari biji yang ada di dalam buah atau dipetik batang pohonnya, lalu diproses memakai perangsang obat. Bila anda ingin melihat proses pembudidayaan Pepino, Agrowisata Pepino yang berlokasi ≤ 1 km ke arah timur Kebun Raya Purwodadi ini dapat menyuguhkan berbagai hasil kebun Pepino. Setiap pohon Pepino mampu menghasilkan 20 kilogram. Buah yang berasal dari pohon setinggi 2 meter ini mengandung banyak khasiat antara lain :
  1. Menurunkan kadar tekanan darah tinggi;
  2. Mempercepat penyembuhan stroke;
  3. Memperlancar air seni;
  4. Mempercepat pengeluaran batu ginjal;
  5. Menyembuhkan diabetes mellitus;
  6. Menguatkan jantung dan menambah vitalitas
  7. Menyembuhkan liver;
  8. Mencegah membrane otak serta mencegah keriputan.
Buah Pepino juga sangat baik dikonsumsi oleh anak-anak karena buah ini mengandung Beta Karoten yang sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kecerdasan anak. Secara lengkap, kandungan gizi buah Pepino adalah :



Wednesday, April 29, 2015

Bhakti Alam

Welcome to Bhakti Alam

Siapa sangka bila Pasuruan yang lebih dikenal dengan daerah Tropis mempunyai pusat agrowisata yang lokasinya berada di wilayah dataran tinggi ? Pasti anda akan bertanya-tanya, apakah emang benar seperti itu ? Dan kami akan menjawab IYA. Pusat agrowisata tersebut adalah "Bhakti Alam". Bhakti alam dibangun pada tahun 1992 oleh pihak swasta. Perjalanan yang cukup berliku-liku dengan pemandangan sekitar yang berbeda membuat anda tidak akan merasakan yang namanya mabuk perjalanan. Berbagai fasilitas pelayanan juga dapat anda nikmati disini mulai dari keliling menggunakan kereta kelinci, mencicipi buah, mendapatkan 1 cup susu pasteurisasi dan 1 cup jus buah. 

Saat anda menaiki kereta kelinci anda akan diajak mengelilingi kebun tanaman buah tropis seperti durian, kelengkeng, jambu air, buah naga, salak dan sekaligus mengunjungi wisata peternak sapi perah. Sekarang jumlah sapi perah sebanyak 41 ekor. Pada saat mengunjungi wisata peternakan sapi perah, anda akan dikenalkan mengenai teknik pemerahan sapi secara tradisional. Kemudian susu sapi tersebut akan diolah menjadi keju, kerupuk susu, susu pasteurisasi, yogurt dan es krim. Selain itu susu sapi yang segar juga akan disetorkan ke KUD Tutur untuk memenuhi kebutuhan susu masyarakat sekitar. Adapula pengembangan biogas dari kotoran sapi yang digunakan untuk pemanas air dan pembangkit listrik. Kemudian ampas dari biogas akan digunakan sebagai bahan dasar pembuatan pupuk bagi tanaman yang ada di kebun Bhakti Alam. Sehingga buah yang dihasilkan dijamin sehat dan aman dari pupuk kimia.

Keju Bhakti Alam

Kerupuk susu Bhakti Alam

Ice Cream Yogurt Bhakti Alam

Lokasi : Dusun Ngembal, Kecamatan Tutur

Transportasi umum : Naik L300 rute Pasar Purwodadi menuju Pasar Nongkojajar turun Agrowisata Bhakti Alam.

Jam Operasi : 08.00-16.00 WIB

Tiket
Weekend : Rp 35.000
Weekday : Rp 30.000

Rekomendasi : Wisata keluarga, wisata anak-anak, wisata edukasi                           

Tuesday, April 28, 2015

Taman Candra Wilwatikta



Taman Candra Wilwatikta merupakan panggung dengan latar belakang Gunung Welirang yang berbentuk simetris dengan dua gapura yang terdapat pada latar belakang panggung. Tujuan dibangunnya Taman Candra Wilwatikta adalah sebagai pusat kesenian dan budaya. Hal ini dapat terlihat dari panggung yang terbuka luas dengan beberapa gapura serta ornamen-ornamen pelengkap seperti arsitektur candi, Arca Dwarapala yang menambah kesan eksotis panggung terbuka ini. Secara arsitektur, Taman Candra Wilwatikta sangat lekat dengan budaya jawa kuno era Kerajaan Majapahit dimana gapura, candi dan ornamen lainnya terlihat selaras. Taman Candra Wilwatikta diresmikan oleh mantan presiden Kedua RI yaitu Ir. Soeharto pada tanggal 31 Agustus 1971 yang diabadikan di monumen yang berdiri dengan kokoh di area depan Taman Candra Wilwatikta. 

Jika anda sedang berkunjung untuk melihat kawasan panggung terbuka ini, maka anda akan menemukan rusa di halaman depan karena terdapat pusat penangkaran rusa oleh BKSDA sebagai tempat konservasi satwa. Selain itu terdapat juga lahan untuk pembudidayaan tanaman agrikultural seperti buah naga yang terdapat pada bagian timur dari area konservasi yang luasnya diperkirakan kurang lebih 1 hektar.

Lokasi : Tretes, Pandaan

Transportasi umum : Naik L300 rute Prigen-Pandaan turun lokasi wisata Taman Candra Wilwatikta

Jam Operasi : 08.00-16.00 WIB

Tiket : Gratis

Rekomendasi : Wisata keluarga, wisata anak-anak, wisata edukasi

Friday, April 24, 2015

Bukit Flora



Terpesonalah oleh Kecantikan 30 koleksi bunga krisan dan anggrek yang sangat menarik perhatian. Green House Flora yang dipenuhi dengan tanaman anggrek dan krisan cantik yang tertata rapi akan memanjakan mata anda. Bukit flora adalah lahan seluas 2 hektar dengan fasilitas kebun bunga, outbound area, kolam renang, permainan ketangkasan, permainan keseimbangan dan masih banyak lainnya. Bila anda berkunjung, maka anda akan diajarkan tentang bagaimana cara menanam bunga sekaligus mengenali nama-nama jenis bunga yang dipandu oleh staff Bukit Flora sendiri. Tidak hanya berbagai jenis bunga saja, disini anda juga dapat menemukan berbagai jenis tanaman sayur mayur dan buah-buahan yang ditanam dengan perawatan maksimal. Bila berbuah anda dapat memetik langsung dan menikmati hasilnya, mengasikkan bukan ? :)


Bagi anda yang mempunyai jiwa seni, anda juga dapat bergabung di sanggar kerajinan topeng yang disediakan oleh Bukit Flora. Di sanggar tersebut anda dapat menuangkan jiwa seni yang anda miliki. Peternakan kelinci juga dapat anda temukan di Bukit Flora, sehingga anda dapat bermain bersama 20 spesies kelinci yang terawat sehat dan siap jual. 

Lokasi : Desa Ngembal Kecamatan Tutur

Transportasi umum : Naik L300 rute Pasar Purwodadi menuju pasar Nongkojajar kemudian turun Bukit Flora

Jam Operasi : 08.00-16.00 WIB

Tiket : Rp 15.000

Rekomendasi : Wisata keluarga, wisata anak-anak, wisata edukasi

Tuesday, April 21, 2015

Prasasti Cungrang


Prasasti Cungrang merupakan peninggalan dari Mpu Sindok yang bergelar Sri Maharaja Rakai Hino Sri Isana Wikramadharmottunggadewa yang memerintah Kerajaan Medang dari tahun 929 hingga 947 dan memindahkan kerajaan Medang dari Poh Pitu, Kedu ke Watugaluh Jawa Timur. Menurut teori Van Bemmelen ada dugaan perpindahan tersebut dikarenakan Bencana Alam (letusan Gunung Merapi) yang mengakibatkan kehancuran Kerajaan dan sector perekonomian kerajaan Medang.Prasasti Cungrang ini dikeluarkan pada hari Jum’at Pahing tanggal 12 Suklapaksa tahun 851 Saka atau pada tanggal 18 September 929 Masehi. Isi dari Prasasti ini menggunakan bahasa sansekerta yang berisi Sri Maharaja Rakai Hino Sri Isana Wikramadharmottunggadewa (Mpu Sindok) menurunkan perintah kepada Mpu Kuala agar Desa Cungrang yang termasuk wilayah Bawang di bawah pemerintahan Wahuta Wungkal dijadikan Sima atau tanah perdikan untuk pertapaan di Pawitra dan prasada silunglung. Dari isi prasasti itu ada dua nama tempat yang perlu mendapat perhatian yaitu Cungrang dan Pawitra. Keberadaan Prasasti Cungrang ini dahulu sampai dengan sekarang dipercayai oleh masyarakat sebagai "Cikal Bakal" berdirinya wilayah Pasuruan. 

Lokasi : Balai Dusun Sukci Desa Bulusari Kecamatan Gempol

Transportasi : -

Jam Operasi : 08.00 - 16.00 WIB

Tiket masuk : Gratis

Rekomendasi : Wisata sejarah

Majid Muhammad Cheng Hoo



Keberadaan Majid Cheng Hoo Pandaan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang melintasi jalan arteri primer Surabaya-Malang. Arsitek bangunan unik yang memadukan unsur -unsur budaya islam, budaya jawa dan gaya Tionghoa terlihat dari sentuhan warna-warna terang seperti hijau, kuning dan merah. Sementara dari sisi lain perpaduan Jawa dan Islam terlihat pada atap joglo dan juga ornamen-ornamen yang terlihat pada tepian atas. 

"Masjid Muhammad Cheng Hoo". Nama masjid tersebut digunakan sebagai bentuk penghormatan pada Laksamana Cheng Hoo asal Cina yang beragama Islam. Dalam perjalanannya di kawasan Asia Tenggara, Cheng Ho bukan hanya sekedar berdagang tetapi sekaligus sebagai penyebar agama Islam. Oleh karena itu untuk mengenang perjuangan dan dakwah Laksamana Cheng Hoo maka dibangunlah masjid yang bernama “Masjid Muhammad Cheng Hoo”. 

Lokasi : Desa Kasri Kecamatan Pandaan

Transportasi : Bus arah Surabaya-Malang atau Malang-Surabaya

Jam Operasi : 24 jam

Tiket masuk : Gratis


Rekomendasi : Wisata religi

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...