Pasuruan - Dilansir dari siaran pers Kementerian Pariwisata (Kemenparekraf), Pemerintah Indonesia menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kerja sama pariwisata di kawasan Asia Tenggara melalui partisipasi pada ASEAN Tourism Forum 2026 yang berlangsung di Cebu pada 27-31 Januari 2026.
Forum pariwisata tahunan ini mempertemukan para pemangku kepentingan sektor pariwisata dari negara-negara anggota ASEAN. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi regional sekaligus meningkatkan posisi kawasan ASEAN sebagai destinasi wisata global yang berkualitas dan berkelanjutan.
Dalam forum tersebut, Indonesia turut berpartisipasi aktif dalam sejumlah pertemuan tingkat menteri dan pejabat senior pariwisata. Beberapa agenda utama yang diikuti antara lain The 29th Meeting of ASEAN Tourism Ministers, The 25th Meeting of ASEAN Plus Three Tourism Ministers, The 13th Meeting of ASEAN-India Tourism Ministers, serta The 5th Meeting of ASEAN-Russian Federation Tourism Ministers.

Pada pertemuan tersebut, para menteri pariwisata ASEAN menyoroti capaian implementasi ASEAN Tourism Strategic Plan 2016-2025 yang dinilai berhasil memperkuat daya saing kawasan sebagai destinasi wisata unggulan dunia selama satu dekade terakhir.
Selain itu, negara-negara anggota ASEAN juga menyepakati komitmen untuk melaksanakan strategi baru yaitu ASEAN Tourism Sectoral Plan 2026-2030 serta ASEAN Tourism Marketing Strategy 2026-2030. Kedua dokumen tersebut akan menjadi panduan kerja sama pariwisata ASEAN dalam lima tahun ke depan, khususnya dalam memperkuat citra kawasan, meningkatkan promosi terpadu, serta memperluas jangkauan pasar wisata internasional.
Selain mengikuti agenda pertemuan regional, Indonesia juga menorehkan prestasi dengan meraih 12 penghargaan dalam ajang ASEAN Tourism Standards Award 2026.
Pada kategori ASEAN Green Hotel Award (AGH), penghargaan diberikan kepada lima hotel di Indonesia, yakni Mandarin Oriental Jakarta, Hotel Borobudur Jakarta, AYANA Resort Bali, Novotel Suites Yogyakarta Malioboro, serta THE 101 Yogyakarta Tugu.
Sementara itu, penghargaan ASEAN Clean Tourist City Award (ACTC) diraih oleh lima daerah di Indonesia, yaitu Kota Malang, Kota Surakarta, Kota Bukittinggi, Kabupaten Gianyar, dan Kota Tomohon yang dinilai berhasil menerapkan pengelolaan kota wisata yang bersih dan berkelanjutan.
Indonesia juga meraih dua penghargaan pada kategori ASEAN Sustainable Tourism Award (ASTA), masing-masing pada kategori urban yang diraih oleh Kebun Raya Bogor serta kategori rural yang diberikan kepada Tenun Sumba Prai Ijing.
Penghargaan tersebut menjadi bentuk pengakuan atas komitmen Indonesia dalam mengembangkan pariwisata berkelanjutan yang mengedepankan kualitas layanan, pelestarian lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat lokal.
Selain agenda pertemuan, Indonesia juga berpartisipasi dalam kegiatan promosi pariwisata melalui ATF TRAVEX 2026 yang berlangsung pada 28-30 Januari 2026 di Mactan Expo Center, Cebu.
Dalam kegiatan bursa pariwisata tersebut, Indonesia menghadirkan Paviliun Wonderful Indonesia dengan mengusung tema âGo Beyond Ordinaryâ. Paviliun ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Pariwisata, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Manila, serta sejumlah pelaku industri pariwisata nasional.
Sebanyak sembilan perusahaan pariwisata Indonesia turut berpartisipasi sebagai co-exhibitor dengan mempromosikan berbagai produk wisata unggulan dari 10 Destinasi Pariwisata Prioritas serta 3 Destinasi Pariwisata Regeneratif.
Selama pelaksanaan kegiatan tersebut, tercatat potensi transaksi penjualan paket wisata mencapai 10.450 wisatawan dengan nilai sekitar USD 3.277.123 atau setara dengan Rp55 miliar.
Partisipasi Indonesia dalam forum ini juga diharapkan dapat membuka peluang promosi destinasi wisata daerah, termasuk berbagai potensi pariwisata di berbagai wilayah Indonesia.
Rangkaian kegiatan forum ditutup dengan prosesi serah terima tuan rumah dari Filipina kepada Singapura yang akan menjadi penyelenggara ASEAN Tourism Forum 2027.
Melalui forum ini, Indonesia berharap kerja sama pariwisata antarnegara ASEAN semakin erat sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan, meningkatkan konektivitas antar destinasi, serta memperkuat posisi ASEAN sebagai kawasan tujuan wisata yang kompetitif di tingkat global.
Komentar (0)
Belum ada komentar
Tulis Disini