Pasuruan, 6 April 2026 - Dalam rangka melestarikan tradisi kupatan sekaligus mempromosikan potensi pariwisata daerah, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Pasuruan menyelenggarakan acara Grebeg Syawal 1447 H pada Sabtu (04/04/2026). Bertempat di Wisata Pemandian Alam Banyubiru, Desa Sumberejo, Kecamatan Winongan, acara tahun ini mengusung tema "Parade Tumpeng Ketupat: Menjalin Silaturahmi Kembali Suci".

Kepala Bidang Pemasaran Disbudpar Kabupaten Pasuruan, Sigit Afendy, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud apresiasi terhadap warisan budaya yang ditinggalkan oleh para tokoh agama terdahulu. Dalam kesempatan itu, ia juga menekankan pentingnya melakukan inovasi agar tradisi dapat dikemas ulang dengan sentuhan kreativitas kekinian tanpa kehilangan esensinya.
"Jika tahun lalu di Gempol ada tradisi Seribu Ketupat, tahun ini di Winongan dikreasikan dalam bentuk Tumpeng Ketupat. Ini adalah langkah positif untuk mengembangkan potensi agrowisata dan alam, serta memastikan UKM lokal terus maju, mandiri, dan berkembang" ujar Sigit dalam sambutannya.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Desa Sumberejo, Sakri, menyampaikan bahwa pemilihan Banyubiru sebagai lokasi acara sangat tepat mengingat desa tersebut memiliki kekayaan sumber air yang melimpah. Menurutnya, Grebeg Syawal merupakan "gaya baru" atraksi wisata yang diharapkan mampu meningkatkan perputaran ekonomi bagi masyarakat sekitar.
"Harapan kami, syukuran melalui Grebeg Syawal ini bisa memberikan nilai tambah ekonomi, khususnya bagi para pelaku UKM di Desa Sumberejo," tutur Sakri.

Sementara itu, Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Winongan, Heri Sri Wahyudi, menyampaikan apresiasi kepada Disbudpar atas terlaksananya kegiatan tersebut. Ia berharap ke depan wahana di objek wisata Banyubiru dapat terus dilengkapi. Pihaknya juga berencana mengintegrasikan kesenian tradisional lokal dalam agenda tahunan mendatang.
"Kami menggagas agar tahun depan ada koordinasi lebih lanjut untuk menampilkan kelompok tari tradisional sebagai variasi acara, sekaligus memperkuat pengenalan identitas budaya Banyubiru kepada wisatawan," ungkap Sekcam.

Acara yang diwarnai dengan pembagian doorprize dan prosesi tumpeng ketupat ini berlangsung khidmat namun meriah. Selain sebagai ajang silaturahmi pasca-Idulfitri, kegiatan ini menjadi sarana promosi efektif bagi Pemandian Alam Banyubiru yang dikenal dengan keunikan "Ikan Dewa" (Ikan Sengkaring) yang sakral.
Acara Grebeg Syawal ditutup dengan prosesi rebutan tumpeng ketupat yang disambut antusias oleh pengunjung di area pemandian. Kemeriahan ini menjadi bukti nyata bahwa integrasi tradisi ke dalam sektor pariwisata efektif mendorong kebahagiaan publik dan mempercepat pemulihan ekonomi daerah. Pemerintah Kabupaten Pasuruan pun menegaskan komitmennya untuk terus melestarikan nilai budaya lokal melalui kolaborasi lintas sektor guna menjamin kenyamanan serta kegembiraan wisatawan.
Biro Pemasaran
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata
Instagram : @disbudparkabpas
TikTok : @disbudparkabpas
Wa : 08133181440
Web : https://disbudpar.pasuruankab.go.id/
Komentar (0)
Belum ada komentar
Tulis Disini