Leisure Economy: Pariwisata sebagai Pengungkit Pertumbuhan Ekonomi Indonesia - DISBUDPAR Kabupaten Pasuruan

Leisure Economy: Pariwisata sebagai Pengungkit Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

22x dibaca    2026-05-05 17:45:00    Administrator

202605/940-69f9c9fbd746d.jpg

Pasuruan - Sektor pariwisata memiliki peran yang semakin strategis dalam mendukung perekonomian nasional. Tidak lagi hanya dipandang sebagai aktivitas perjalanan dan rekreasi, pariwisata kini berkembang menjadi bagian penting dari leisure economy yang menjadi penggerak utama konsumsi domestik, memperkuat layanan, serta mendorong mobilitas ekonomi lintas sektor.

Dengan kontribusi 4,8 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) tahun 2024 atau setara Rp1.067 triliun, serta penyerapan sekitar 25 juta tenaga kerja, pariwisata telah menjadi salah satu mesin utama pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Pemulihan dan Pertumbuhan yang Konsisten

Sejak mengalami kontraksi pada masa pandemi, sektor pariwisata menunjukkan pemulihan yang kuat dan berkelanjutan. Kontribusi PDB pariwisata meningkat secara bertahap dari 2020 hingga 2024:

§  2019: Rp786 triliun

§  2020: Rp344 triliun

§  2021: Rp390 triliun

§  2022: Rp729 triliun

§  2023: Rp975 triliun

§  2024: Rp1.067 triliun

Tren ini menunjukkan meningkatnya kembali aktivitas perjalanan wisata, baik domestik maupun internasional, yang turut menggerakkan sektor-sektor pendukung seperti transportasi, akomodasi, dan perdagangan.

Ekosistem Pariwisata sebagai Penggerak Nilai Ekonomi

Pariwisata Indonesia membentuk ekosistem ekonomi yang saling terhubung dan melibatkan berbagai sektor pendukung. Pada tahun 2024, kontribusi terbesar terhadap nilai tambah industri pariwisata berasal dari:

§  Jasa makanan dan minuman: Rp507,1 triliun

§  Jasa akomodasi wisatawan: Rp266,8 triliun

§  Angkutan udara penumpang: Rp253,9 triliun

§  Perdagangan barang pariwisata: Rp113,8 triliun

§  Jasa olahraga dan rekreasi: Rp92,3 triliun

§  Angkutan darat penumpang: Rp65,6 triliun

§  Jasa pariwisata lainnya : Rp59,2 triliun

§  Jasa persewaan kendaraan : Rp35,7 triliun

§  Angkutan air penumpang : Rp24,9 triliun

§  Jasa agen pejalanan dan reservasi : Rp17,8 triliun

§  Angkutan rel penumpang : Rp7,7 triliun

§  Jasa kebudayaan Rp4,8 triliun

Struktur tersebut menunjukkan bahwa industri kuliner, akomodasi, dan transportasi menjadi pilar utama yang menopang rantai nilai pariwisata nasional.

 

Penyerapan Tenaga Kerja dan Penguatan Ekonomi Masyarakat

Selain kontribusi terhadap PDB, sektor pariwisata juga memiliki peran penting dalam penciptaan lapangan kerja. Pada tahun 2024, sektor ini menyerap sekitar 25,01 juta tenaga kerja.

Sebagian besar tenaga kerja tersebut terserap pada sektor berbasis layanan langsung, terutama:

§  Penyediaan makanan dan minuman

§  Perdagangan barang pariwisata

§  Angkutan darat penumpang

§  Penyediaan akomodasi

Kondisi ini menunjukkan bahwa pariwisata memiliki dampak langsung terhadap penguatan ekonomi masyarakat, khususnya melalui keterlibatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjadi tulang punggung ekonomi lokal.

Konsumsi Wisata sebagai Fondasi Pertumbuhan

Pertumbuhan sektor pariwisata juga didorong oleh tingginya konsumsi wisata. Pada tahun 2024, total konsumsi pariwisata mencapai Rp2.245 triliun, dengan kontribusi utama berasal dari wisatawan domestik.

§  Wisatawan nusantara: Rp1.954 triliun

§  Wisatawan mancanegara: Rp291 triliun

Dominasi konsumsi domestik ini menunjukkan bahwa pergerakan wisata dalam negeri menjadi fondasi utama keberlanjutan pertumbuhan sektor pariwisata Indonesia.

Dampak Berganda terhadap Perekonomian Daerah

Pariwisata memberikan dampak ekonomi yang meluas melalui efek pengganda (multiplier effect) yang mendorong pertumbuhan berbagai sektor, antara lain:

§  Ekonomi kreatif

§  Transportasi dan logistik

§  Kuliner dan UMKM

§  Perdagangan lokal

§  Akomodasi dan jasa pendukung lainnya

Selain itu, aktivitas pariwisata turut meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pajak dan retribusi, sehingga memperkuat kapasitas fiskal daerah dalam mendukung pembangunan.

Pariwisata telah berkembang menjadi salah satu pilar utama perekonomian Indonesia, tidak hanya sebagai sumber devisa, tetapi juga sebagai penggerak utama konsumsi domestik dan penciptaan lapangan kerja.

Ke depan, penguatan infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pengembangan destinasi berbasis budaya dan keberlanjutan akan menjadi kunci dalam memperkuat peran leisure economy sebagai motor pertumbuhan ekonomi nasional dan daerah.

 

 


Biro Pemasaran 

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata 


Instagram : @disbudparkabpas

TikTok : @disbudparkabpas

Wa : 08133181440

Web : https://disbudpar.pasuruankab.go.id/ 

Komentar (0)

  1. Belum ada komentar


Tulis Disini