|
P |
asuruan - Suasana Lebaran Ketupat di kawasan Kaliandra, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, berlangsung meriah dengan digelarnya Gebyar Ketupat Kaliandra 2025. Ribuan warga tumpah ruah menyaksikan penampilan memukau dari Tempe Mendoan Zico, grup orkes legendaris asal Banyuwangi yang tampil membawakan lagu-lagu koplo dan campursari khas Jawa Timur.
Kemeriahan tak hanya terasa dari panggung hiburan. Acara yang berlangsung Minggu (21/04) ini juga menjadi ajang kebersamaan dan pelestarian budaya lokal. Iringan musik, kuliner khas ketupat, serta antusiasme masyarakat menjadikan Gebyar Ketupat sebagai tradisi yang ditunggu-tunggu setiap tahunnya, terutama di kawasan wisata Kaliandra yang berhawa sejuk dan strategis.
Namun di tengah gegap gempita acara, anggota DPRD Kabupaten Pasuruan, M. Abdul Rouf, S.Pd.I, menyampaikan keprihatinan terkait kondisi pelaku usaha kecil yang terdesak oleh kehadiran toko-toko modern, termasuk minimarket berjaringan, yang kini mulai merambah ke pedesaan dan kawasan wisata.
UMKM kita terutama di daerah wisata dan pedesaan perlu perlindungan. Kalau tidak, toko modern akan terus menggerus warung dan usaha rakyat. ujar Rouf.
Ia meminta pemerintah daerah lebih aktif membatasi ekspansi toko modern agar tidak mematikan ekonomi masyarakat kecil. Rouf juga menekankan pentingnya memasukkan elemen pemberdayaan UMKM dalam setiap event kebudayaan seperti Gebyar Ketupat, dengan menghadirkan bazar produk lokal, pelatihan pemasaran, hingga promosi produk unggulan.
Dengan lokasi strategis seperti Kaliandra yang kerap dikunjungi wisatawan, ia menilai potensi UMKM sangat besar jika diberi akses dan perlindungan yang memadai. Momentum budaya seperti ini seharusnya mampu menjadi etalase bagi produk rakyat, bukan justru dimanfaatkan oleh pemodal besar semata.
Komentar (0)
Belum ada komentar
Tulis Disini