Nongkojajar Culture Festival 2025 Digelar 25 September, Angkat Tema Legenda Rakyat dan Budaya Nusantara - DISBUDPAR Kabupaten Pasuruan

Nongkojajar Culture Festival 2025 Digelar 25 September, Angkat Tema Legenda Rakyat dan Budaya Nusantara

436x dibaca    2025-07-29 12:00:00    Dinas Pariwisata

Nongkojajar Culture Festival 2025 Digelar 25 September, Angkat Tema Legenda Rakyat dan Budaya Nusantara

P

asuruan, Jawa Timur. Setelah sukses menarik perhatian ribuan pengunjung pada gelaran tahun 2024, Nongkojajar Culture Festival kembali akan digelar pada 25 September 2025 mendatang. Berlokasi di Nongkojajar, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, festival ini mengangkat tema "Legenda Rakyat & Budaya Nusantara" sebagai bentuk pelestarian budaya serta upaya memperkuat identitas nasional.

Nongkojajar Culture Festival 2025 dirancang sebagai panggung kolaboratif antara seni, tradisi lokal, dan partisipasi masyarakat. Kegiatan ini diinisiasi untuk mengenalkan kembali nilai-nilai kearifan lokal kepada generasi muda serta memperkenalkan kekayaan budaya Kabupaten Pasuruan kepada masyarakat luas.

Sejumlah agenda utama yang akan dihadirkan dalam festival tahun ini antara lain:

  • Pertunjukan seni dan teater rakyat, yang akan membawakan kembali kisah-kisah legenda daerah melalui pementasan yang edukatif dan menarik.

  • Parade budaya, menampilkan pakaian adat, musik tradisional, serta performa budaya dari berbagai daerah Nusantara.

  • Pameran kuliner dan produk lokal, yang memperkenalkan makanan khas Nongkojajar, hasil pertanian unggulan, serta produk UMKM kreatif binaan masyarakat setempat.

  • Zona edukasi budaya, sebagai ruang interaktif dan informatif bagi pelajar dan pengunjung umum dalam mengenal lebih dekat keberagaman budaya Indonesia.

Melalui akun resmi media sosial Nongkojajar Culture Festival, panitia menyampaikan bahwa festival ini merupakan perayaan budaya dan momentum untuk membangkitkan kembali kebanggaan terhadap warisan leluhur.

Rayakan budaya. Bangkitkan kebanggaan. Mari menjadi bagian dari jejak sejarah budaya Nusantara.

Festival ini diharapkan tidak hanya menjadi daya tarik pariwisata lokal, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran budaya yang inspiratif, inklusif, dan berkelanjutan.

Komentar (0)

  1. Belum ada komentar

Tulis Disini